Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efektifkah PSBB Jawa-Bali? Ini Penjelasan Dokter Relawan Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 08 Januari 2021 |11:37 WIB
Efektifkah PSBB Jawa-Bali? Ini Penjelasan Dokter Relawan Covid-19
Ilustrasi pencegahan wabah covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PEMERINTAH memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jawa-Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021. Langkah ini bertujuan mengurangi jumlah kasus baru infeksi covid-19 yang sedang meningkat pesat. Namun, apakah PSBB Jawa-Bali efektif mengurangi jumlah kasus baru virus corona di Indonesia?

Dokter Relawan Covid-19 Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa PSBB Jawa-Bali bisa kurang efektif apabila tidak diiringi pemahaman kepada masyarakat.

Baca juga: Dokter Sebut Masyarakat Butuh Persiapan Sebelum Hadapi PSBB Jawa-Bali 

"Jadi tidak sinkron. Di daerah slump area (kumuh) atau permukiman padat penduduk covid-19 seperti tidak ada harga dirinya. Itu benar-benar saya lihat sendiri. Daerah padat penduduk itu memang sulit menegakkan di situ. Jadi ketika PSBB ketat, kantor sepi, di pasar sepi, tapi tetap saja sesudahnya ramai lagi," ujar dr Fajri saat dihubungi Okezone, Jumat (8/1/2021).

Oleh karena itu, ia berharap ketika pemerintah memutuskan PSBB, maka semuanya harus selaras. Sebab dilakukannya PSBB karena angka positif covid-19 makin meningkat, rumah sakit penuh, kemudian angka kenaikannya sudah jelas. Seiring pergerakan manusia, angka covid-19 juga meningkat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement