Tak ketinggalan pengenalan berbagai macam tanaman herbal untuk obat–obatan, buah–buahan, dan sayur–sayuran juga menjadi bagian dari objek wisata Batu Love Garden (Baloga) ini.
“Wahana ada rumah kupu, toga (tanaman obat keluarga), kafe herbal. Kemudian ada di bawah, ada jeruk, aneka tanaman jeruk, ada green house belalang, tanaman hidroponik, aquaponik,” bebernya.
Bagi wisatawan yang ingin memanjakan melihat bunga aneka warna, Batu Love Garden bisa menjadi suguhan alternatif menikmati libur akhir tahun.
Baloga sendiri buka setiap hari dari pukul 08.30 – 16.30 WIB dengan harga tiket masuk saat weekday atau hari biasa Rp 60 ribu dan Rp 80 ribu untuk akhir pekan atau hari libur panjang.

Salah seorang wisatawan asal Trenggalek Endah Kurniawati menyatakan, konsep wisata taman bunga memang sebelumnya telah ada di Kota Batu. Namun mengusung interaksi antara pengunjung dan aneka ragamnya jenis bunga menjadikan ia tertarik berkunjung ke lokasi.
"Di sini jenis bunganya banyak baik dari dalam negeri, bahkan ada yang dari luar negeri. Paling penting juga di lokasi protokol kesehatannya juga diperhatikan. Kita lihat pengelola setiap saat mengingatkan untuk patuh protokol kesehatan Covid-19, itu yang membuat merasa nyaman," tuturnya.
Namun meski telah buka untuk umum sejak 19 Desember 2020, sebenarnya Baloga sendiri belum sepenuhnya rampung. Sejumlah spot wahana masih dalam proses pengerjaan, hal ini pula yang diakui pengelola Baloga sendiri. Rencananya penyelesaian akan berlangsung selama sebulan ke depan.
“Saat ini kami masih proses pengerjaan, sudah 85 persen prosesnya. Rencananya satu bulan ke depan sudah menyajikan secara sempurna ke pengunjung,” tukasnya.
(Salman Mardira)