Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Rapid Test Antigen yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 21 Desember 2020 |11:10 WIB
5 Fakta Rapid Test Antigen yang Tidak Diketahui Banyak Orang
Pandemi virus corona (Foto: GMT)
A
A
A

Pemerintah mewajibkan calon pelancong Bali yang menggunakan jalur darat mengantongi hasil tes Covid-19 dengan pemeriksaan rapid test antigen. Sementara itu, mereka yang menggunakan jalur udara harus mengantongi hasil tes Covid-19 negatif dengan pemeriksaan PCR Test.

Keluarnya aturan tersebut membuat masyarakat bingung, apalagi rapid test antigen? Nah, di artikel ini Okezone akan menjelaskan 5 fakta mengenai tes Covid-19 baru tersebut.

Diterangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur dr Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, berikut penjelasannya:

 rapid test

1. Apa itu rapid test antigen?

"Rapid tes antigen adalah salah satu pemeriksaan serologi yang diadakan di laboratorium rumah sakit dengan tujuan mendeteksi ada atau tidaknya Antigen Spesifik SARS-CoV2. Antigen sendiri adalah molekul yang dapat merangsang respons daya tahan tubuh," terang dr Irhamsyah dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Senin (21/12/2020).

2. Bagaimana cara pengambilan sampelnya?

Jika Anda memilih pemeriksaan Covid-19 dengan teknik rapid test antigen, maka sampel diambil dengan cara swab-ing (usapan) orofaring dan nasofaring yang tentunya harus dilaksanakan oleh petugas yang kompeten.

"Nah, cara kerja alatnya yaitu jika pada tubuh pasian terdapat Antigen Spesifik SARS-CoV2, maka antigen tersebut akan berikatan secara spesifik dengan antibodi yang tersedia di alat rapid sehingga pada akhirnya akan memunculkan warna pada garis tes (T) di alat rapid," kata dr Irhamsyah.

3. Kapan hasil tes keluar?

Dokter Irhamsyah mengatakan, pengerjaan tes rapid ini tergolong cepat. Pasien bisa mendapatkan hasil tes di hari yang sama, tepatnya sekitar 15 hingga 30 menit hasil sudah bisa diketahui.

4. Bagaimana akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas tes ini?

Kata dr Irhamsyah, tingkat akurasi tes bervariasi, tergantung masing-masing brand alat tes yang dipakai rumah sakit. Sensitivitas alat rapid test antigen itu lebih dari 80 persen dan spesifisitasnya adalah lebih dari 97 persen.

Dokter Irhamsyah menambahkan, hasil tes antigen hanya mencerminkan kondisi pada saat itu juga, bukan mencerminkan kondisi setelah di-swab. Ini terkait dengan ketentuan tes antigen H-2 sebelum keberangkatan dan berlaku 14 hari.

"Karena alat tes rapid swab antigen tidak sesensitif pemeriksaan PCR, makanya, kami tetap menganjurkan konfirmasi dengan tes PCR, apalagi jika pasien yang dites mempunyai riwayat perjalanan dari lokasi yang berisiko tertular SARS-CoV2," terang dr Irhamsyah.

Baca juga: Cantiknya Wika Salim Pakai Kemben dengan Blazer, Netizen: Janda Semakin di Depan

5. Apakah tes ini efektif?

Jika mengacu pada anjuran pemerintah mengenai penggunaan rapid test antigen untuk perjalanan dinas, menurut dr Irhamsyah, dari segi seberapa cepat hasil akan dilihat dan dari sisi sifat ekonomisnya, program ini efektif, namun tidak 100 persen.

"Tidak 100 persen karena dari segi akurasi alat masih rendah dibandingkan dengan tes material genetik SARS-CoV2 (PCR)," ungkap dr Irhamsyah.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement