Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Cagar Budaya di Kaltim Menarik Disambangi, Ada Prasasti Peninggalan Raja Mulawarman

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2020 |10:05 WIB
4 Cagar Budaya di Kaltim Menarik Disambangi, Ada Prasasti Peninggalan Raja Mulawarman
Kepala Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, Muslimin AR Effendy (Foto: Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)
A
A
A

EKSOTISME Kalimantan Timur memang tidak terbantahkan lagi. Tak hanya menyuguhkan keindahan alam yang begitu memikat, Kaltim juga menjadi rumah bagi ratusan situs cagar budaya dengan keunikan dan karakteristik masing-masing.

Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur, Muslimin AR. Effendy.

"Karakteristik tinggalan cagar budaya di Kaltim secara garis besar terbagi menjadi 4 bagian yakni, peninggalan prasejarah, periode kerajaan, periode kolonial Belanda, dan periode Jepang," ujarnya saat ditemui Okezone, beberapa waktu lalu.

Untuk peninggalan 'periode pra sejarah' banyak tersebar di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Sebut saja Goa Tewet.

Goa ini merupakan salah satu situs yang menyimpan gambar cadas berusia 40 ribu tahun, dan diklaim tertua di dunia. Hal tersebut secara tidak langsung membuktikan bahwa Indonesia memainkan peran penting dalam perkembangan sejarah peradaban manusia

"Dan menurut data yang telah kami kumpulkan, di Sangkulirang-Mangkalihat itu terdapat 58 goa bergambar cadas dengan total lukisannya mencapai 1.234. Akan bertambah terus, tapi kami terkendala karena medannya cukup sulit," kata Muslimin.

Baca juga: Promosikan Wisata Sangkulirang, Kaltim Bidik Turis Mancanegara

Selanjutnya tinggalan cagar budaya 'periode kerajaan' yang banyak tersebar di kawasan Kutai Kartanegara. Tempat ini menyimpan peninggalan bersejarah yang berasal dari jaman Kerajaan Kutai Kartanegara.

Prasasti Mulawarman

(Foto: Museum Nasional)

"Banyak peninggalan menarik di sini. Data base-nya juga cukup banyak. Contohnya di Muara Kaman itu ada 7 prasasti yang mengisyarakatkan betapa 'besarnya' Raja Mulawarman di masanya. Dan prasasti itu dianggap literasi tertua di Indonesia," jelas Muslimin.

Sementara untuk tinggalan cagar budaya periode Belanda dan Jepang, masing-masing tersebar di kawasan Sangasanga dan Balikpapan.

Di Sangasanga wisatawan dapat melihat secara langsung sumur Louise yang juga menjadi tonggak sejarah Kutai Kartanegara. Mengutip laman pertamina.com, diketahui keberadaan Sumur Louise 1 tidak dapat terlepas dari sejarah Kota Minyak Sangasanga.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement