“Tinggi badanku lebih banyak membawa ketidaknyamanan. Seperti jika aku tidak menunduk saat keluar ruangan, aku akan mudah terbentur," katanya.
Meski demikian, di sekolahan Keyu kerap dimintai tolong oleh para pengajar. "Guru-guruku juga sering meminta tolong untuk membersihkan papan tulis," tutur Keyu.
Walaupun sempat canggung, tapi Keyu tetap menaruh kebanggaan atas pencapaiannya sekarang, yaitu sebagai remaja tertinggi di dunia.
Tapi, meskipun tinggi tidak berarti Keyu suka bermain basket. Dia lebih memilih untuk menjadi esport gamer saat tumbuh dewasa. “One universe, one solar system, one earth, one world, 7 billion people. Nothing is impossible," serunya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.