Dia mengklaim orang dengan golongan darah berbeda perlu menerapkan cara makan berbeda. Misalnya, orang dengan golongan darah O harus makan lebih banyak lemak dan protein dalam bentuk daging dan ikan, sedangkan orang dengan golongan darah A sebaiknya tetap berpegang pada pola makan nabati.
Orang bergolongan darah B disarankan menghindari jagung, gandum, tomat, kacang tanah, biji wijen dan daging ayam. D'Adamo menganjurkan mereka mengonsumsi sayuran hijau, telur, daging tertentu, dan produk susu rendah lemak.
Sementara orang dengan golongan darah AB disebut harus fokus pada tahu, makanan laut, produk susu, dan sayuran hijau. Orang dengan golongan darah AB cenderung memiliki asam lambung yang rendah sehingga disarankan untuk mengindari kafein, alkohol, dan daging asap atau daging yang diawetkan.
Menurut D'Adamo, mengonsumsi makanan yang tepat untuk golongan darah Anda adalah kunci untuk menurunkan berat badan, meningkatkan energi, dan mengurangi risiko kesehatan.
Baca juga: 9 Tips Diet untuk Penderita Hipertensi
Namun, tidak ada bukti diet golongan darah berhasil. Analisis tahun 2013 meninjau semua penelitian tentang diet golongan darah dan tidak menemukan apa pun untuk mendukung klaim D'Adamo. Meski begitu, beberapa orang mungkin mendapatkan manfaat dari diet ini.
Seperti dilansir WebMD, Dokter Melinda Ratini mengungkapkan satu penelitian menemukan orang dewasa yang mengonsumsi makanan tipe golongan darah A menunjukkan peningkatan penanda kesehatan, tetapi ini terjadi pada semua orang. Artinya, kondisi tidak hanya pada mereka yang bergolongan darah A.
Sebuah tinjauan pada 2013 menunjukkan tidak ada bukti yang mendukung manfaat diet golongan darah. Diet ini juga gagal untuk mengatasi kondisi lain seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kolesterol.
Baca juga: Penelitian Ungkap Diet Tinggi Protein Baik untuk Lansia
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.