Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langgar Karantina 8 Detik, Turis Filipina Kena Denda Puluhan Juta

Ersa Ambarita , Jurnalis-Senin, 14 Desember 2020 |11:11 WIB
Langgar Karantina 8 Detik, Turis Filipina Kena Denda Puluhan Juta
Seorang turis asal Filipina didenda puluhan juta karena melanggar aturan karantina Covid-19 (Foto: Insider)
A
A
A

SEORANG pelancong asal Filipina di Taiwan harus membayar denda 3.500 dolar atau setara dengan Rp49 juta setelah melanggar aturan karantina penyebaran virus corona atau Covid-19.

Melansir laman Insider, kejadian ini terjadi di Kota Kaohsiung, Taiwan. Pria tersebut tertangkap kamera CCTV saat meninggalkan kamarnya selama 8 detik.

Dalam rekaman tersebut terlihat ia melangkah ke luar kamar dan hendak memberikan sesuatu kepada temannya yang ada di kamar sebelah. Aksinya ini pun langsung dilaporkan oleh seorang staf hotel ke departemen kesehatan setempat.

Baca juga: Kawasan Wisata Gili Trawangan Dikepung Ratusan Kolektor Keris, Ada Apa?

“Orang-orang di karantina seharusnya tidak berpikir mereka tidak akan didenda karena meninggalkan kamar hotel mereka,” kata Departemen Kesehatan dalam keterangan resminya.

Departemen kesehatan Kota Kaohsiung turut menambahkan bahwa manajer hotel dan setiap stafnya diminta untuk terus aktif memantau para tamu karantina dengan cermat, mengingat lonjakan kasus infeksi Covid-19 kebanyakan datang dari kunjungan wisatawan.

Sementara itu, otoritas Taiwan juga menyatakan jika aturan karantina ini tidak melihat patokan waktu berapa lama seseorang melanggarnya. Semua akan dikenai hukuman sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.

Hingga sejauh ini Taiwan telah menetapkan 56 hotel sebagai tempat karantina dan telah menyediakan kurang lebih 3.000 kamar.

Ketatnya peraturan yang diberlakukan Taiwan menuai pujian dalam penanganan pandemi. Negara ini menjadi salah satu negara di dunia yang berhasil menekan penyebaran virus corona sebelum vaksin ditemukan. Taiwan hanya memiliki 716 kasus dan 7 kematian menurut data John Hopkins University.

Keberhasilan ini tak lepas dari kefokusan Taiwan yang mengutamakan kecepatan dan aksi tanggap para pemangku kepentingan.

Bahkan tak lama setelah gejala Covid-19 dideteksi di Wuhan, mereka sudah langsung melakukan screening terhadap pendatang dari sana. Selain itu, Taiwan juga mulai menyaring pengunjung yang datang dari Wuhan, tempat virus pertama kali ditemukan.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement