Aksi Bunga Citra Lestari (BCL) yang sedang melakukan tes swab mandiri terhadap Vidi Aldiano tanpa bantuan tenaga medis, membuat tanda tanya besar di masyarakat. Sebab istri almarhum Ashraf Sinclair ini bukanlah seorang tenaga medis yang memiliki kewenangan untuk mengambil sampel swab dari orang lain.
Lantas apa sebenarnya bahaya yang bisa terjadi apabila orang awam melakukan tes swab mandiri? Menjawab hal ini Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda’i menjelaskan bahwa swab harus dilakukan hati-hati untuk mencegah masalah serius.

“Di hidung itu ada yang namanya konka media. Itu kalau kita sembarangan colok-colok gitu, bisa berdarah nanti, malah bisa infeksi. Ada juga yang namanya refleks vagal, ini adalah suatu refeks yang terjadi karena esofagus tersentuh,” terang dr. Fajri saat dihubungi Okezone, Kamis (10/12/2020).
Baca Juga : BCL Tes Swab Mandiri, Boleh atau Tidak? Dokter Relawan Covid-19 Ingatkan Ini
Ia melanjutkan beberapa masalah tersebut dapat terjadi apabila seseorang yang tidak paham dengan tata cara swab melakukannya dengan sembarangan. Hal ini bisa berbahaya jika melakukannya sendiri di rumah tanpa didampingi orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.
“Di mulut misalnya ada tonsil atau amandel, itu bisa berdarah. Ada pula uvula yang bisa menyebabkan muntah. Sebab reseptor muntah kita bisa bereaksi kalau dicolok sama orang yang tidak paham betul,” lanjutnya.

Selain itu dr. Fajri juga mempertanyakan pengamanan dan alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat melakukan swab mandiri. Meski sudah banyak yang melakukan swab mandiri, tapi menurutnya protokol keamanan juga sangat penting untuk diperhatikan.
“Bagaimana pengamanan APD-nya. Ini kan berbahaya, meskipun ada tes mandiri kan tetap berbahaya. Apalagi belum ada regulator yang mengatur itu,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.