Jahe memiliki antioksidan yang mencegah kerusakan sel. Akar jahe memiliki salah satu tingkat antioksidan tertinggi dibandingkan makanan lain. Antioksidan dapat mencegah stres oksidatif, seperti kanker, diabetes, dan stroke. Sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit.
2. Anti inflamasi
Jahe juga bertindak sebagai anti inflamasi berkat sifat antioksidannya. Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan. Sebuah penelitian besar tahun 2001 menemukan bahwa 63% dari mereka yang mengonsumsi ekstrak jahe dua kali sehari selama enam minggu mengalami penurunan nyeri lutut karena peradangan dibandingkan dengan yang tidak.
3. Mengatasi mual
Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol, yang dikenal dapat meningkatkan motilitas lambung. Ini dapat membantu menenangkan perut dan mengurangi gejala mual dan muntah.