Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Padang Mangateh, Desa Instagenic Bernuansa New Zealand di Tanah Minang

Chotimah , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2020 |08:04 WIB
Padang Mangateh, Desa Instagenic Bernuansa New Zealand di Tanah Minang
Desa Wisata Padang Mangateh di Sumbar (Foto: Instagram/@robbyfadlianggara)
A
A
A

PESONA keindahan alam di Sumatra Barat memang sudah tak diragukan lagi. Mulai dari pegunungan, air terjun, danau dan kulinernya menjadi daya pikat bagi wisatawan.

Salah satunya yakni Padang Mangateh yang menawarkan hamparan rumput hijau dengan ribuan hewan ternak sapi yang berkeliaran.

Jika berkunjung ke salah satu tempat yang pernah menjadi perternakan terbesar se-Asia Tenggara ini, Anda hanya perlu menempuh waktu sekitar 2 jam dari Kabupaten Lima Puluh Kota dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tempat ini menyuguhkan suasana yang dapat memikat mata wisatawan yang datang.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Populer di Sleman, Candi Prambanan hingga Bukit Klangon

Padang Mangateh

(Foto: Instagram/@georgetimothy)

Melansir dari akun instagram @indoflashlight, Padang Mangateh sering disebut mirip dengan Desa Hobbitin yang terletak di Matamata, North Island New Zealand. Hal inilah yang menjadikan Padang Mangateh sering disandingkan dengan New Zealand versi Indonesia oleh wisatawan yang sudah berkunjung.

Berlokasi di Jalan Padang Mangatas, Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Lokasinya yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan membuat kawasan Padang Mangateh menjadi pilihan tepat untuk berlibur di akhir tahun bersama keluarga. Di sini terdapat satu peternakan eksotis yang dihiasi padang rumput.

“Udaranya segar, panorama alamnya yang begitu memesona dan padang rumput yang luas menjadi ciri khas Padang Mangateh,“ tulis akin @jarang_dirumah21.

Wisatawan dapat menikmati luasnya padang rumput kurang lebih 280 hektare dengan lanskap Gunung Sago dan Bukit Barisan yang membuat kesan semakin eksotis kawasan ini. Tak hanya itu, nuansa alam yang teduh dan asri ini juga paling cocok dilihat pada saat matahari terbit alias sunrise.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement