Ada suatu anggapan yang bertolak belakangan dengan upaya pencegahan Covid-19 di berbagai negara. Ya, banyak negara mengharuskan warganya menjaga jarak supaya tidak terpapar virus penyakit.
Tapi, anggapan lain muncul yaitu ketika Anda jaga jarak, maka sistem imunitas tubuh akan lemah karena Anda tidak banyak terpapar kuman dari orang lain. Benarkah anggapan ini?
Dilansir dari New York Post, beberapa orang mulai merasa khawatir perilaku menjaga jarak dengan orang lain malah membuat tubuhnya lemah pada virus karena tidak bersinggungan dengan orang lain. Ya, kurangnya kontak aktif dengan orang dipercaya melemahkan sistem imun.
Namun, peneliti sistem kekebalan di Universitas Yale, Akiko Iwasaki, membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, meski kita semua menjaga jarak aman setidaknya 2 meter, Anda tetap terpapar kuman pada faktanya.
"Tubuh kita itu terus-menerus merespons banyak bakteri dan kuman lain yang ada baik di dalam maupun luar rumah. Jadi, kita semua itu terus terpapar mikroba," katanya.
Oleh karena itu, sistem kekebalan manusia pada dasarnya selalu terpicu.