Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Habis Makan Durian, Beruang Madu Muncul di Jalur Wisata Kelok 44

Antara , Jurnalis-Senin, 16 November 2020 |22:01 WIB
Habis Makan Durian, Beruang Madu Muncul di Jalur Wisata Kelok 44
Beruang madu (Wikipedia)
A
A
A

BERUANG madu atau Helarctos malayanus kembali muncul di sekitaran jalur wisata Kelok 44 tempatnya di Kelok 42 Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Seorang warga Novrizal (28) mengatakan, beruang itu ditemukan saat turun dari pohon durian pada Minggu 15 November kemarin siang.

"Berkemungkinan beruang madu itu habis makan durian. Saya langsung menghindar dari lokasi temuan, karena takut diserangnya," kata Novrizal di Lubukbasung, Senin (16/11/2020).

Kelok 44 merupakan salah satu kawasan wisata di Agam. Kelok 44 ada di jalan menuju Danau Maninjau. Terdapat 44 tikungan di jalan sudah teraspal mulus, berkelok dan berliku-liku. Jika di foto dari atas, seperti ular di antara rimbun pepohonan.

Baca juga: Kepala Taman Komodo: Tak Ada Pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca

Pemandangan sekitar Kelok 44 sangat indah dengan panorama bukit diselimuti pepohonan hijau dan hamparan danau. Orang-orang sering turun di lokasi ini untuk bersantai menikmati pemandangan atau sekadar untuk foto-foto.

Kemunculan beruang madu dikhawatirkan bisa menyerang manusia, sehingga warga sekitar diminta tidak mendekati lokasi.

Pada Minggu malam, warga langsung memberitahukan kemunculan beruang itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, setelah mendapatkan nomor telepon dari wali nagari atau kepala desa adat setempat.

"Saya langsung memberitahu ke BKSDA Resor Agam agar dilakukan tindakan," katanya.

Baca juga: Deretan Desa Adat di Indonesia yang Jadi Destinasi Wisata Unik

Sementara Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra menambahkan pihaknya langsung melakukan penanganan konflik antara manusia dan satwa liar.

"Saya langsung menurunkan tim untuk indentifikasi lapangan dalam mencari tanda-tanda keberadaan satwa tersebut dan melakukan wawancara dengan saksi mata yang melihat dan melaporkan," katanya.

Jika ditemukan tanda-tanda, maka akan dilakukan upaya evakuasi dengan menggunakan perangkap.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement