BELAKANGAN Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi destinasi yang sedang naik daun. Lanskap alam yang menakjubkan serta masih kental akan budaya, menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.
Selain menikmati panorama alam, berburu oleh-oleh harus Anda lakukan jika datang ke pulau eksotis ini. Mulai dari souvenir hingga makanan khas bisa menjadi oleh-oleh dari Sumba yang tak boleh ketinggalan. Daripada penasaran, berikut Okezone telah merangkum lima oleh-oleh khas Sumba yang wajib traveler bawa pulang.
Kain Tenun
Jika Jawa terkenal akan kain batiknya, maka Sumba memiliki kain tenun yang memesona. Kurang lengkap rasanya jika tidak membawa pulang kain tenun khas Sumba yang fenomenal ini.
Kain tenun Sumba terkenal akan keindahan coraknya yang khas dan tradisional. Setiap motif pada kain sangat unik serta memiliki makna tersendiri.

(Foto: Instagram/@kaintenunsumba)
Masih dipintal menggunakan alat sederhana dan dikerjakan secara manual serta menggunakan pewarna alami yang pembuatannya cukup rumit.
Proses pembuatan kain tradisional ini memakan waktu yang lama, sekitar 6 bulan hingga 3 tahun. Tak heran jika oleh-oleh khas Sumba ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal.
Tertarik untuk memilikinya? Anda dapat menemukan kain tenun khas Sumba di pusat cendera mata, toko seni, hingga langsung di perkampungan kain tenun seperti Kampung Lambanapu dan Kampung Adat Raja Prailiu.
Sisir Haikara
Sisir haikara adalah sisir yang ditancapkan ke rambut sehingga mirip mahkota saat dipakai. Umumnya berwarna gelap dengan ukiran khas Sumba pada bagian atas.
Sisir cantik ini dulunya hanya dipakai oleh wanita kerajaan. Saat ini dipakai wanita Sumba ketika ada acara adat tertentu dan menjadi salah satu cenderamata yang diburu wisatawan.
Biasanya terbuat dari cangkang penyu. Namun, kini juga terbuat dari kayu mengingat biota laut tersebut terancam punah.
Perhiasan Etnik Mamuli
Perhiasan etnik Mamuli merupakan salah satu perlengkapan yang selalu digunakan pada acara upacara adat di Sumba. Memegang peran perhiasan penting, biasanya diberikan pihak laki-laki saat akan melamar seorang perempuan.

(Foto: Instagram/@bagus_soehadijono)
Bentuknya menyerupai organ vital perempuan sebagai simbol untuk menghormati kedudukan perempuan. Umumnya terbuat dari perak dan emas, namun ada juga yang terbuat dari perunggu dan kuningan.
Mamuli awalnya digunakan sebagai anting, kemudian berkembang menjadi bros, liontin kalung, atau aksesoris lainnya yang dapat dijumpai di pasar, butik, serta sentra oleh-oleh Sumba. Harga perhiasan khas Sumba ini mulai dari Rp100 ribu, untuk anting kecil, tergantung ukuran dan bahan yang digunakan.