“Sesuai dengan surat edaran Kemenhub, airlines harus diisi dengan 70 persen penumpang untuk mengedepankan social distancing dalam pesawat. Kalau saat terbang Anda melihat kursi bagian tengah pesawat dikosongkan, ini adalah bukti keseriusan kami untuk mengedepankan social distancing. Kami juga memiliki teknologi hepa filter yang bisa menyaring bakteri dan virus di dalam pesawat,” lanjutnya.
Baca juga: Pasca-Kepulangan Habib Rizieq, Begini Kondisi Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini
Selain itu Yanti juga menegaskan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan para penumpang dari virus corona Covid-19, Garuda Indonesia berkerjasama dengan Carex untuk menekankan penyebaran Covid-19. Penumpang akan mendapatkan personal health kit selama berada di dalam pesawat dengan enam rute pilihan.
Health kit ini berisikan berisikan beberapa peralatan penunjang protokol kesehatan seperti hand sanitizer dan wipe cleansing. Penyediaan personal health kit tersebut mulai berlaku dari tanggal 11 November sampai 15 Desember 2020.
“Kenapa cuma enam kota terpilih saja yakni Medan, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, dan Denpasar? Sebab ini menjadi rute favorit domestik. Jadi kami utamakan untuk target penumpang yang juga isiannya penuh. Sehingga bisa terbang dengan aman dan di dalamnya disediakan personal health kit,” tuntasnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.