INDONESIA memiliki sejuta pesona akan keindahan alamnya. Tak banyak objek wisata yang mengusung konsep ekowisata. Konsep ini dimaksudkan menjadi sarana kegiatan bagi masyarakat yang peduli terhadap alam dan kesadaran lingkungan.
Dengan konsep tersebut diyakini bahwa kebiasaan perjalanan yang sadar lingkungan adalah langkah menjanjikan menuju kesejahteraan alam berkelanjutan.
Adapun destinasi ekowisata yang ideal untuk memulai perjalanan sadar lingkungan Anda ialah Sumatra Utara. Ya, Sumut merupakan rumah bagi danau vulkanik terbesar di dunia dan orang utan yang terancam punah.
Melansir laman Travel Indonesia, berikut 5 alasan mengapa Anda harus memasukkan Sumatra Utara ke dalam daftar tujuan ekowisata Anda
Membantu spesies yang terancam punah di Taman Nasional Gunung Leuser
Tahukah Anda bahwa Sumatra Utara adalah satu-satunya habitat tempat tinggal bersama badak, gajah dan orangutan? Ya. Mereka semua tinggal di Taman Nasional Gunung Leuser, rumah bagi 750 hewan eksotis dan sekitar 10.000 spesies tumbuhan. Tempat ini ialah salah satu dari lima tempat di dunia di mana Anda dapat melihat orangutan yang terancam punah.
(Foto: Instagram/@badak.indonesia)
Tur ekowisata yang ditawarkan di sini memberi orang kesempatan untuk menemukan hutan hujan pegunungan yang rimbun tanpa merendahkan satwa liar dan habitatnya. Dengan menjelajahi keanekaragaman hayati taman ini, Anda akan mendukung komunitas lokal dan organisasi konservasi yang bekerja untuk melindungi ratusan spesies flora dan fauna.
Baca juga: Serunya Wisata Berkuda Sambil Belajar Memanah di Yussar Horse Sidoarjo
Trek menantang ke kawah Gunung Sibayak
Terkenal dengan asap belerang yang beruap dan matahari terbit keemasan, Gunung Sibayak yakni gunung berapi di Sumut merupakan tempat ideal untuk melakukan perjalanan sadar akan lingkungan. Wisatawan dapat memulai petualangan trekking mereka di dua titik yakni barat laut Berastagi atau dasar gunung berapi.
Dari sana, Anda dapat menjelajahi panorama air terjun dan kemudian melakukan perjalanan ke hutan eksotis di dasarnya.
(Foto: Instagram/@montapedia)
Setelah mencapai puncak, Anda dapat melihat awan keluar dari ventilasi uap saat mengeluarkan asap belerang. Jika Anda cukup beruntung untuk melakukan perjalanan dalam cuaca cerah, Anda dapat melihat Gunung Sinabung dari kejauhan.
Pastikan untuk mengemas kebutuhan ekowisata Anda seperti botol air yang dapat digunakan kembali, peralatan makan, makanan, minuman dan pakaian hangat. Pemandu wisata juga disarankan untuk Anda supaya tidak mudah tersesat, terutama karena perubahan cuaca yang tiba-tiba.
Baca juga: Angka Covid-19 Turun, Wisata Pasar Terapung Banjarmasin Segera Dibuka
Mendukung industri kopi lokal di Berastagi
Tanah yang subur dan cuaca tropis yang hangat di Sumatra Utara membantu menghasilkan biji kopi terbaik di dunia. Produksi kopi di daerah Berastagi dekat Danau Toba, dimulai pada tahun 1884 dan berkembang pesat hingga kini.
Populer karena rasanya yang khas, kopi Sumatra juga dapat ditemukan sebagai campuran produk kopi paling berharga. Para pecinta kopi dapat mengikuti tur kopi di dekat Danau Toba untuk menikmati secangkir kopi terbaik di dunia dan belajar tentang proses panen hingga produksinya.