Perangkat pengambilan sampel kotoran telinga baru ini mirip dengan kapas, tetapi dengan penutup yang menghentikan kapas agar tidak masuk terlalu jauh ke dalam telinga dan menyebabkan kerusakan.
Ujungnya ditutup dengan spons dari bahan organik, dengan larutan yang sudah teruji paling efektif dan andal dalam mengambil sampel. Dalam studi percontohan mereka, Dr Herane-Vives dan tim membawa 37 peserta studi untuk menguji teknik pengambilan sampel kortisol yang berbeda.
Para peneliti menemukan bahwa sampel kotoran telinga menghasilkan lebih banyak kortisol daripada sampel rambut, dan teknik baru tersebut adalah metode tercepat dan berpotensi termurah.
Dr Herane-Vives mengatakan dia sedang mendirikan perusahaan, Trears, untuk membawa perangkat pengambilan sampel kotoran telinga ke pasar, dengan dukungan dari inkubator startup UCL Hatchery.
"Kami sedang berusaha sejauh ini," pungkas Dr. Herane seperti dikutip dari The Stateman pada Jumat (6/11/2020).
(Ahmad Luthfi)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.