KONTRAKSI ekonomi yang terjadi secara global akibat pandemi virus corona atau Covid-19 berdampak signifikan terhadap kinerja pariwisata, tak terkecuali Indonesia.
General Manager Magic Art 3D Museum Jakarta, Ernida Rere Aryani mengatakan, pelaku industri pariwisata sangat terdampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 silam.
Saat itu, pihaknya harus menutup bahkan membatalkan kunjungan wisatawan sekitar 30 grup. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan perusahaan.
"Tiba-tiba harus ditutup dan efeknya sangat luar biasa. Kami harus mengembalikan uang yang sudah dibayar awal atau full oleh grup tersebut dan harus ikhlas," ujarnya dalam gelaran Indonesia Corporate Travel And Mice (ICTM) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis, 5 November 2020.
Baca juga: Serunya Arung Jeram di Sungai Serayu Banjarnegara
Ia menjelaskan, penutupan tempat wisata selama enam bulan berdampak sangat buruk terhadap pemasukan dan omzet perusahaan.
"Pemasukan menurun dan ini berpengaruh ke karyawan dan pendapatan. Belum lagi untuk biaya sewa gedung, listrik, dan lainnya," keluhnya.
Ernida menuturkan, untuk menggairahkan kembali tempat wisata, pihaknya gencar melakukan promosi di media sosial dan memperketat protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang ingin berkunjung merasa aman dan nyaman.