Wanita hamil yang tertular virus corona Covid-19, dilaporkan lebih berisiko terkena penyakit parah dan kematian daripada wanita yang tidak hamil. Penemuan ini diperoleh dari analisis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Badan tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa orang hamil mungkin memiliki peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19, tetapi penelitian tersebut sedang berlangsung. Laporan baru, yang dikeluarkan pada awal pekan ini menganalisis data yang dikumpulkan dari lebih dari 400.000 wanita

Semua sampel wanita tersebut berusia sekira 15-44 tahun dengan gejala Covid-19. Dari 409.462 wanita dengan gejala virus corona, sebanyak 23.434 sedang hamil.
“Setelah disesuaikan dengan usia, ras atau etnis, dan kondisi medis yang mendasari, wanita hamil secara signifikan lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif dibandingkan wanita yang tidak hamil, menerima ventilasi, menerima oksigenasi membran ekstrakorporeal dan meninggal," kata laporan tersebut, sebagaimana dilansir Foxnews, Kamis (5/11/2020).
Baca Juga : Pose Wika Salim Berbalut Baju Ketat, Buat Lelaki Melongo
CDC mengatakan temuan itu mungkin karena perubahan fisiologis yang terkait dengan kehamilan. Termasuk diantaranya adalah peningkatan detak jantung dan konsumsi oksigen, penurunan kapasitas paru-paru, perubahan kekebalan dan peningkatan risiko penyakit tromboemboli.
Secara terpisah, analisis tersebut juga menemukan perbedaan ras dan etnis dalam risiko infeksi dan keparahan penyakit di antara wanita hamil. "Menunjukkan kebutuhan untuk mengatasi pendorong risiko potensial dalam populasi ini," kata laporan itu.
Badan kesehatan mengatakan wanita hamil harus diberi konseling tentang pentingnya mencari perawatan medis segera jika mereka mengembangkan gejala virus corona. Selain itu harus ada penekanan kuat pada pencegahan virus corona untuk wanita hamil di setiap pertemuan medis.

“Untuk meminimalkan risiko tertular infeksi SARS-CoV-2, wanita hamil harus membatasi interaksi yang tidak perlu dengan orang-orang yang mungkin telah terpapar atau terinfeksi SARS-CoV-2, termasuk mereka yang ada di dalam rumah tangga mereka, sebisa mungkin,” kata CDC.
“Saat bersama pasangan dan berinteraksi dengan orang lain, ibu hamil sebaiknya memakai masker, menjaga jarak, menghindari orang yang tidak memakai masker, dan sering mencuci tangan,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)