LIBUR panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad pada akhir Oktober 2020 lalu memberi dampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Jawa Barat sekaligus menggerakan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, kunjungan wisatawan ke Jabar pada libur panjang naik signifikan. Bahkan, sepanjang Oktober 2020, sektor pariwisata mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp47 miliar.
"Dari data yang ada, total PAD sepanjang bulan Oktober di sektor ini Rp47 miliar. Paling tinggi didapatkan Kabupaten Bogor dengan realisasi Rp17 miliar disusul Kota Bandung dengan realisasi Rp12 miliar," ungkap Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, awal pekan lalu.
Dedi juga mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di 11 kabupaten/kota di Jabar pada periode 27-31 Oktober 2020 mencapai 145.212 wisatawan.
Baca juga: Tak Hanya Labuan Bajo & Pulau Komodo, NTT juga Punya Wisata Bukit Wolobobo
Adapun okupansi hotel di 11 kabupaten/kota itu meningkat hingga 48 persen dan wisatawan yang mendatangi restoran di 4 kabupaten/kota mencapai 18.513 wisatawan.
Menurut Dedi, okupansi hotel tertinggi masih ditempati hotel-hotel yang berada di destinasi unggulan, seperti Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Garut.
Di daerah tersebut, kata Dedi, okupansi hotel selama selama libur panjang berada di kisaran 70 hingga 80 persen dibandingkan libur biasa saat pandemi. Di luar daerah itu, tambah Dedi, okupansi hotel juga ikut meningkat, meski berada di kisaran 40 persen hingga 70 persen.