Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Wisata Kampung Cokelat Blitar yang Mulai Menggeliat

Solichan Arif , Jurnalis-Rabu, 04 November 2020 |13:03 WIB
Melihat Wisata Kampung Cokelat Blitar yang Mulai Menggeliat
Kampung Cokelat di Blitar, Jawa Timur (Foto: Sindonews/Solichan Arif)
A
A
A

PAGI belum genap pukul 07.00, Fauzi (43) sudah standby di seberang jalan pintu masuk wisata Kampung Cokelat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Posisinya setengah bersandar pada meja kayu tempat jualan sayuran. Tangan laki laki berkulit sawo matang itu tidak berhenti melambai lambai ke setiap kendaraan yang berlalu lalang.

"Parkir. Parkir," teriak Fauzi yang hanya berkaos oblong tanpa lengan dipadu celana pendek di bawah lutut.

Terlihat sedikit raut kecewa, ketika kendaraan hanya melintas dan menjauh. Wajahnya berubah semringah ketika sebuah mobil Kijang Inova meluncur dari arah utara melambatkan kecepatan. Mendekat. Fauzi reflek beranjak. Ia sudah hafal.

Kendaraan yang mengurangi laju kecepatan, bisa dipastikan hendak mencari tempat parkir. "Masih longgar, masih longgar," teriak Fauzi dengan wajah bersimbah peluh.

Baca juga: Tiket Pesawat ke Destinasi Antah Berantah Ludes dalam 10 Menit!

Hanya sekejap, Fauzi dan sopir mobil yang kacanya terbuka separuh itu, saling beradu pandang. Seperti perkiraannya. Toyota Kijang sarat penumpang itu langsung membelok masuk ke pelataran rumahnya.

Kampung Cokelat

(Foto: Sindonews/Solichan Arif)

Sebuah area parkir yang cukup luas. Pada bagian atas terpasang jaring paranet yang berfungsi sebagai peneduh. Di sana sudah ada tiga kendaraan roda empat lain.

Fauzi mengarahkan sopir Inova untuk merapikan posisi kendaraan."Bayarnya langsung pak. sepuluh ribu," kata Fauzi kepada sang sopir sebelum bergegas meninggalkan lokasi parkir menuju wisata Kampung Cokelat.

Begitulah situasi parkiran tempat wisata Kampung Cokelat di masa pandemi Covid-19. Baru di bulan Oktober, kata Fauzi, situasi mulai berangsur normal.

Baca juga: Viral Foto Anaconda Raksasa Melintang di Jalanan Brazil

Warga yang memiliki area parkir di masing masing tempat tinggalnya, mulai kembali mendapat pemasukan. "Memang belum bisa dikatakan normal. Tapi sudah lumayan," tutur Fauzi.

Wisata Kampung Cokelat berdiri sejak tahun 2014. Sejak awal berdiri, pemilik wisata telah bersepakat menyerahkan semua urusan parkir pengunjung wisata kepada warga. Setiap warga yang memiliki lahan cukup luas, dibolehkan membuka area parkir. Pengelola wisata tidak meminta bagian sepeserpun.

"Sejak itu, warga yang bertempat tinggal di area wisata ramai ramai membuka parkiran," papar Fauzi.

Dengan adanya pandemi Covid-19, paceklik ekonomi telah melanda. Kesulitan tersebut mulai dirasakan sejak pemerintah menyatakan Covid-19 masuk Indonesia. Seingat Fauzi mulai bulan Maret.

Tingkat kunjungan Kampung Cokelat terus menurun. Puncaknya ketika pemerintah menyatakan menutup semua tempat wisata. Seluruh warga Plosorejo yang hidup dari parkir, kelimpungan.

"Kami yang biasanya setiap hari mendapat pemasukan Rp600 ribu-Rp1,5 juta, gara-gara wisata ditutup, tidak ada penghasilan sama sekali," kenang Fauzi yang memiliki dua anak dengan si sulung duduk di bangku setingkat SMA.

Warga yang sebelumnya bermata pencaharian petani inginnya kembali ke sawah. Namun karena terlanjur mengandalkan parkiran serta jualan makanan dan minuman, kata Fauzi sebagian besar sawah telah disewakan.

Kampung Cokelat

(Foto: Instagram/@blitarasyik)

Bahkan, tidak sedikit sawah yang diubah menjadi lahan parkir. "Saya juga termasuk di dalamnya. Luas area parkir yang saya punyai cukup untuk 25 (kendaraan) roda empat termasuk bus," tambah Fauzi.

Untuk bertahan hidup tidak sedikit warga yang terpaksa berutang. Dengan harapan pemerintah bisa membuka kembali wisata. Menurut Fauzi, ada yang bertahan dengan uang tabungan.

"Namun itu (uang tabungan) tidak cukup. Selama tiga bulan penuh, kami tidak ada pemasukan sama sekali," kata Fauzi.

Pada bulan Juli, wisata Kampung Cokelat kembali dibuka dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Kendati demikian belum bisa mengembalikan kunjungan. Yakni sebelum pandemi, rata rata 800-2.000 orang per hari dan 4.000-6.000 orang pada saat weekend.

Sepengetahuan Fauzi, dibukanya kembali wisata Kampung Cokelat berkat lobi owner (Wisata Kampung Cokelat) kepada kepala daerah setempat. "Namun meski begitu tingkat kunjungan belum normal. Karena masih banyak warga dari luar daerah yang takut datang," papar Fauzi.

Mulai bulan Oktober, kunjungan dari luar daerah mulai ramai. Namun mayoritas masih kendaraan pribadi. Sebagian besar masih warga eks karsidenan Kediri.

Rombongan bus-bus besar belum ada. "Rata rata kami sudah mendapat pemasukan Rp200 ribu sampai Rp400 ribu per hari. Kami syukuri," pungkas Fauzi.

Pihak Wisata Kampung Cokelat membenarkan jika situasi belum sepenuhnya normal. Meski protokol kesehatan diperlakukan ketat, yakni setiap pengunjung sebelum masuk wajib cuci tangan, dites dengan pengukur suhu dan harus bermasker, kunjungan belum maksimal.

Menurut owner Wisata Kampung Cokelat, Kholid Mustofa, kunjungan rata-rata di luar weekend masih sekitar 400 orang per hari. "Kalau week end sekitar 2.000-an orang. Masih jauh dibanding sebelum pandemi," tutur Kholid.

Untuk masuk wisata Kampung Cokelat di hari biasa, setiap pengunjung dikenakan tarif Rp5.000. Sedangkan weekend (Sabtu dan Minggu) Rp10.000.

Di dalam area wisata yang memiliki luas 3,8 hektare tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana wisata. Yakni mulai wisata edukasi, wisata keluarga, budidaya kakao, pengolahan cokelat, cooking class, galeri cokelat, playground, live music hingga berbelanja. Seluruh aktivitas di kawasan wisata Kampung Cokelat ditangani sebanyak 400 orang pekerja.

Menurut Kholid, meski saat ini situasi belum sepenuhnya normal, pihaknya tetap mensyukurinya. Sebab dibanding adanya kebijakan penutupan lokasi wisata, situasi yang terjadi saat ini, jauh lebih baik.

"Dan semoga situasi benar benar kembali normal seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19," pungkas Kholid.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement