Pandemi Covid-19 untuk sebagian orang menyebabkan mudahnya merasa kesepian. Tidak adanya interaksi yang terjalin secara langsung dengan sahabat atau komunitas sosialnya, membuat seseorang merasa sendiri.
Kondisi tersebut bisa menjadi pintu seseorang mengalami depresi. Salah satunya karena dia merasa tidak punya peran dalam hidupnya, berbeda seperti saat sebelum pandemi.

Kehilangan perasaan memiliki peran dalam lingkungan sosial ini yang membuat kesepian bisa mengarah ke gangguan kesehatan mental.
"Kesepian itu bisa terjadi paling gampangnya karena seseorang merasa kurang interaksi sosial. Dia merasa sepi sebenarnya karena lagi merasa krisis dengan eksistensinya, lagi ngerasa enggak punya peran dalam hidup, dalam dunia psikologi disebut HDR (Harga Diri Rendah)," papar Psikolog Klinis Dewasa M. Ari Wibowo beberapa waktu lalu.
Tapi, merasa kesepian tidak selalu berkonotasi negatif. Ya, ada momen seseorang memang harus mengambil ruang sendiri untuk menstabilkan dirinya atau untuk men-charger kesehatan mentalnya.
Baca juga: Libur Panjang Usai, Wisatawan Mulai Tinggalkan Bali
Sebab, tidak bisa dipungkiri, ada beberapa orang yang mungkin merasa terlalu bising dengan kehidupan ini. Nah, dengan masuk ke dalam ruang sendiri, dia seperti melakukan 'charging' dirinya supaya lebih waras.