"Fokusnya lebih menjaga agar pendaki disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, lalu kapasitas tenda dikurangi menjadi 50% dari kapasitas normal. Pendaki juga wajib menyertakan surat kesehatan yang asli dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik," terang Cakyo.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Air Eksotis di Klaten, Mana Kesukaanmu?
Tak hanya itu, sebelum pendaki diizinkan masuk ke area Semeru, mereka harus mengikuti briefing yang diberikan oleh pihak pengelola. Ini sangat penting mengingat area Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan.
"Briefing ini penting sebagai tahap skrining apakah pendaki sudah benar-benar telah mengikuti protokol kesehatan, dan siap mendaki. Setelah semuanya lengkap mereka baru diperkenankan untuk memulai pendakian," tandasnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.