Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berakhir Pekan di Solo, Jangan Lupa ke Pura Mangkunegaran

Ilham Rachmatullah , Jurnalis-Sabtu, 24 Oktober 2020 |09:04 WIB
Berakhir Pekan di Solo, Jangan Lupa ke Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran. (Foto: Instagram/@diahdiandra)
A
A
A

Bangunan berikutnya yang menjadi bagian utama dari Pura Mangkunegaran ini adalah Paringgitan. Paringgitan merupakan tempat buat wayangan atau pentas wayang di Mangkunegaran. Kaca-kaca yang terdapat di Paringgitan didatangkan langsung dari Belgia. Kaca tersebut bergambar dan diukir dengan logo ‘MN IV’. Di Mangkunegaran, Okezoners akan melihat banyak logo dan terukir gambar ‘MN IV’ yang artinya Mangkunegoro IV karena banyak ornamen tersebut yang dibuat pada saat Mangkunegoro IV berkuasa.

Pada bagian depan Paringgitan, Okezoners akan melihat lukisan KGPAA atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro IX dan istri yang merupakan pangeran yang sedang berkuasa di kerajaan surakarta dahulu. Di Pura Mangkunegaran, titel atau gelar tertinggi bukan seorang Raja melainkan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA).

Selanjutnya dari bagian utama pura mangkunegaran ini adalah Dalem Ageng. Di Dalem Ageng tersebut kita dilarang mengambil foto karena terdapat banyak koleksi pribadi Kerajaan Mangkunegaran. Dalem Ageng sendiri mempunyai bentuk dan gaya bangunan Limasan yang artinya bangunan tersebut mempunyai 8 tiang penyangga utama.

Dalam bangunan tersebut terdapat Kerobongan yang menjadi tempat sesaji untuk Dewi Sri yang dianggap masyarakat Jawa sebagai Dewi Kesuburan. Yang boleh kasih sesaji juga bukan sembarang orang, hanya abdi dalem yang sudah ditunjuk dan sudah monopause.

Sedangkan di atas Kerobongan terdapat lambang menyerupai matahari. Lambang itu disebut Surya Sumirat, yang mempunyai arti matahari yang bersinar. Lambang tersebut merupakan lambang dari Mangkunegoro I yang mempunyai filosofi seperti matahari yang bersinar. Maksud dari lambang tersebut adalah selalu memberi tanpa pamrih.

Masih banyak sebenarnya bagian dari bangunan Pura Mangkunegaran tersebut yang kaya akan nilai sejarah, filosofis budaya, serta benda-benda peninggalan Kerajaan Mangkunegaran di Kota Solo.

Ada Bale Warni sebagai tempat tinggal putri kerajaan dan Bale Peni sebagai tempat tinggal putra kerajaan. Ada pula harta karun berupa ukiran gading yang satu sisi diukir dan menceritakan tentang Ramayana dan satu sisi lainnya menceritakan tentang Mahabharata. Hampir seluruh bangunan di Pura Mangkunegaran ini berwarna hijau muda dan emas. Warna tersebut dipilih karena merupakan warna khas keluarga Mangkunegaran yang disebut Pari Anom atau Padi Muda.

Masih penasaran dengan hal lain di Pura Mangkunegaran? Datangi tempat ini saat liburan akhir pekan ya!

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement