Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gerakan Praktis Ini Bisa Cegah Kita dari Pikun Dini Loh

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2020 |20:41 WIB
Gerakan Praktis Ini Bisa Cegah Kita dari Pikun Dini <i>Loh</i>
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SEMAKIN bertambahnya usia, fungsi semua organ di tubuh kita akan mengalami penurunan termasuk otak kita. Meski demikian, bukan berarti Anda hanya menerima nasib dan tidak berbuat apa-apa.

Spesialis Kedokteran Olahraga dr Ade Jeanne DL Tobing, SpKO, mengatakan ada beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan untuk mencegah pikun dini.

"Kita harus latihan untuk mengaktifkan bola mata. Ada beberapa gerakan, misalnya melukis di udara sambil senam. Langkahnya membentuk huruf 8 atau gerakan lazy eight, sambil melirik dengan melukis. Tapi matanya ya yang melirik, bukan melukis sembarangan," ucap dr Ade.

otak

Dokter Ade menambahkan, dengan melakukan gerakan lazy eight banyak manfaat yang diperoleh. Anda pun akan lebih fokus dalam berpikir, menguatkan memori otak, dan pada akhirnya akan mencegah pikun dan alzheimer.

Nah, untuk memperkuat manfaatnya, bisa melakukan gerakan kaki atau tangan yang menyilang. Gerakannya pun cukup mudah, karena sama dengan stretching. Dengan gerakan tersebut, Anda dapat merangsang elektrik otak yang sangat dibutuhkan. Sehingga akan membuat memori terus bagus di usia berapa pun.

"Dari mulai anak-anak, orang dewasa sampai lansia sangat cocok melakukan gerakan ini. Kalau sering dilakukan seseorang akan punya keterampilan lebih," tutur dr Ade.

Kedua gerakan tersebut, akan terasa manfaatnya setelah 10-12 minggu dilakukan. Paling tidak dalam satu minggu Anda harus rutin mempraktikan, paling tidak selama 30 menit.

Nah, untuk memperkuat manfaatnya, bisa melakukan gerakan kaki atau tangan yang menyilang. Gerakannya pun cukup mudah, karena sama dengan stretching. Dengan gerakan tersebut, Anda dapat merangsang elektrik otak yang sangat dibutuhkan. Sehingga akan membuat memori terus bagus di usia berapa pun.

"Dari mulai anak-anak, orang dewasa sampai lansia sangat cocok melakukan gerakan ini. Kalau sering dilakukan seseorang akan punya keterampilan lebih," tutur dr Ade.

Kedua gerakan tersebut, akan terasa manfaatnya setelah 10-12 minggu dilakukan. Paling tidak dalam satu minggu Anda harus rutin mempraktikkan, paling tidak selama 30 menit.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement