Osteoporosis jadi salah satu penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat di Indonesia. Osteoporosis menyerang satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria di atas usia 50 tahun.
Jika dibiarkan maka massa tulang dalam tubuh akan semakin berkurang dan mengakibatkan patah tulang atau fraktur (retak).
Ketua Umum PB. PEROSI, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K mengatakan, ada faktor yang bisa membuat seseorang mengalami osteoporosis yakni faktor yang tidak bisa diterima dan bisa diterima. Faktor risiko osteoporosis yang tidak bisa diterima adalah ras, jenis kelamin (wanita lebih rentan), usia, riwayat turunan, penyakit seperti haid terlambat dan menopause dini.

“Sementara risiko yang bisa diubah seperti kekurangan kalsium dan vitamin D, makan tidak teratur, konsumsi garam, kopi, alkohol, serta merokok, kurang aktivitas fisik dan paparan sinar matahari,” terang dr. Fiastuti, dalam Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’, Selasa (20/10/2020).