Nex Carlos mengungkapkan bahwa hidangan ini sangat nikmat. Kalau makan satu porsi tidak akan cukup loh.
“Pedasnya parah, gue menikmati makanan ini banget, tadi diasapi sama kayu. Gue suka aroma smoky-nya dipadukan dengan bumbu-bumbu yang kuat. Opornya juga wangi banget, satu enggak cukup," ungkapnya.

Tak hanya Nex Carlos, Magda juga jatuh cinta dengan kelezatan magut lele legendaris ini. Magda sampai tidak bisa berhenti mengatakan enak, sampai-sampai ia nambah loh, Okezoners.
“Rasa smoky-nya saja udah tebal, ditambah lagi santannya tebal jadi lebih heavy gitu. Enak banget! Ini seenak banget itu, dan gue happy banget, sambil makan bisa melihat hijau-hijau (sawah),” tuturnya.
Sebelum memiliki warung makan di Bantul dan Parangtritis, Mbah Marto berjualan dengan memanggul dagangan keliling kota dari ISI (Institut Seni Indonesia Yogyakarta) sampai Kota Yogyakarta dengan berjalan kaki. Wah, perjuangan banget ya!
Anak perempuan Mbah Marto pun mengungkapkan bahwa meskipun sang ibu sudah sepuh, masih tetap memiliki semangat kerja. Setiap hari masak mangut lele dan selalu habis.

“Setiap hari masak langsung dan dimasak (Mbah Marto), semangat kerjanya masih ada,” ujar sang anak.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.