SETIAP negara tentu punya hal-hal unik baik lingkungan, penduduk, budaya, tradisi atau bahkan sejarahnya. Selain itu, juga ada kota-kota yang unik.
Beberapa kota di dunia ini masuk katagori unik atau lain dari yang lain. Mulai dari kota beracun, kota yang di huni oleh satu orang, hingga kota di bawah tanah.
Dikutip Okezone dari channel Youtube Hanifa, Selasa (13/10/2020), berikut lima kota paling unik di dunia :
1. Miyake Jima, Jepang
Kota ini di cap sebagai kota yang paling berbahaya untuk di tinggali dan dikenal sebagai kota paling beracun di dunia. Miyake Jima memiliki gunung berapi yang aktif, menurut para ahli gurung tersebut meletus 10-30 tahun sekali, dan letusan terakhir tercatat pada Juni 2000.
Baca juga: 5 Museum Populer di Bangkok, Sarana Edukasi Sejarah Negeri Gajah Putih
Para penduduk Miyake Jima di wajibkan memakai masker gas setiap harinya, karena tingkat sulfur yang sangat tinggi bisa menyebabkan kematian jika terhirup. Sulfur keluar dari gunung saat meletus dan gas beracun itu merembas hingga ke tanah.
Miyake Jima juga memiliki hal unik lain yaitu, para wisatawan bisa berenang bersama lumba-lumba dengan bebas di laut, kemudian Miyake Jima memiliki sumber mata air panas yang bernama Furusato Yu yang berada di Desa Relaksasi Furusato.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Miyake Jima, Anda diwajibkan melakukan tes kesehatan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan warga desa.
Baca juga: Taiwan Jadi Destinasi Paling Dicari Wisatawan 2020, Bagaimana dengan Indonesia?
Walaupun tinggal di Miyake Jima berbahaya, tetapi pemerintah Jepang menjanjikan hadiah berupa uang bagi warganya yang ingin tinggal disana.
2. Manshiyat Naser, Kairo, Mesir
Manshiyat Naser adalah kota di pinggiran bukit Mokatam, Kairo, Mesir. Di kota ini sampah berserakan di mana-mana, bukan hanya di jalan tetapi di atap rumah warganya pun terdapat banyak tumpukan sampah. Dan yang lebih menyedihkanya adalah, kota ini tidak memiliki saluran pembuangan, tidak ada air, dan listrik.

Manshiyat Naser (reddit.com)
Kota ini di huni oleh 262.000 ribu warga Mesir yang berada dalam garis kemiskinan. Penduduk di kota ini bernama Zabbaleen atau orang-orang sampah.
Dahulu, warga Manshiyat Nasher bekerja sebagai peternak, namun mereka menganggap bahwa menjadi pemungut sampah lebih menguntungkan di bandingkan menjadi peternak.
3. Monowi, Amerika Serikat
Kota kecil ini berada di Nebraska, Amerika Serikat, yang membuatnya sangat unik adalah kota ini di huni oleh satu orang warga bernama Elsie Eiler. Dia sendiri menjadi penduduk sekaligus wali kota, pegawai, bendahara, pustakawan, bahkan penjaga kedai. Undang-undang federal mengharuskan ia mengatur perekonomian dan membayar pajak.
Tujuan Elsie Eider tetap tinggal disana adalah untuk menjaga status Monowi agar tetap menjadi kota dan mencegahnya menjadi kota berhantu.
Walaupun kota ini sepi, enam hari sekali Eisie Eider akan membuka kedainya, dan ada banyak pengunjung yang datang, mayoritas pembelinya adalah mantan warga Monowi.
Selain kedai, disana pun terdapat perpustakaan untuk publik. Sebelum suami Elsie Eiler yaitu Rudy meinggal, ia berpesan kepada Elsie untuk membangun sebuah perpustakaan yang isinya buku peninggalan rudy sebanyak 5.000 buah.
4. Slabs City, Amerika Serikat
Slabs city di huni oleh 150 penduduk, kota ini tidak ada pajak, polisi, biaya sewa, bahkan peraturan, dan membuatnya menjadi sangat rawan akan kejahatan. Kota ini di bangun pada tahun 1960an yang pada awalnya di guanakan untuk latihan militer AS, namun kini Slabs City di huni oleh orang-orang hippie, pengangguran, dan orang yang ingin memiliki kebebasan.
Di kota ini tidak ada air, listrik dan rumah permanen. Mereka akan berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air, untuk kebutuhan listik mereka memanfaatkan panel surya yang sudah ada, dan mereka tinggal di dalam mobil bekas, rumah semi permanen, bahkan gubuk.
Hal unik lainnya adalah, terdapat tumpukan batu berwarna warni dan diberi nama Salvation Mountain yang dibuat oleh Leonard Knight seorang warga Slabs City. Namun kini para penduduk Slabs City mendapat ancaman penggusuran, karena pada tahun 2015 pemerintah AS akan membagi Slabs City dan sebagian akan di jual kepada perusahaan swasta. Para warga disana menyebut Slabs City sebagai The Last Free Place In America.
5. Coober Pedy, Australia
Coober pedy adalah sebuah kota di Australia Selatan, yang awalnya adalah sebuah tambang tua. Coober Pedy memiliki cuaca yang sangat extrim, jika dingin sangat dingin, dan jika panas sangat panas. Pada 1915 kota ini menjadi kota bawah tanah pertama di dunia.
Para penambang terpaksa menggali lubang di lereng bukit untuk dijadikan tempat tinggal dan melindungi mereka dari cuaca ekstrim.
Kota ini memiliki 3.500 penduduk, dan pada tahun 1981 penduduk lokal yang bernama Umberto Colo membangun hotel pertama di Coober Pedy. Walaupun hotel ini tidak berada di bawah tanah, tetapi jika wisatawan ingin merasakan tidur di bawah tanah mereka bisa menyewa rumah warga sekitar.
Fasilitas yang di sediakan cukup banyak, ada toko yang menjual Batu Opal, kolam berenang, bar, arena billiard, gereja bawah tanah, dan museum.
Selain sebagai kota bawah tanah, Coober Pedy juga menjadi ibu kota untuk Batu Opal dunia, karena Batu Opal pertama di dunia di temukan di Coober Pedy. Selain itu Coober Pedy juga pernah dijadikan sebagai lokasi shooting Pitch Black, Red Planet, Queen Of Dessert, dan Opal Dream.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.