Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Mitos Tentang Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui

Wilda Fajriah , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2020 |09:01 WIB
5 Mitos Tentang Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui
Ilustrasi (Foto: Health Europa)
A
A
A

Orang dengan kondisi kesehatan mental tidak bisa bekerja

Mitos lama yang tetap ada hingga saat ini adalah orang dengan masalah kesehatan mental tidak dapat mempertahankan pekerjaan atau menjadi anggota angkatan kerja yang berguna. Ini sepenuhnya salah.

Memang benar bahwa seseorang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental yang sangat parah mungkin tidak dapat melakukan pekerjaan secara teratur. Namun, mayoritas orang dengan masalah kesehatan mental bisa sama produktifnya dengan individu tanpa gangguan kesehatan mental.

Sebuah studi AS yang diterbitkan pada tahun 2014 menyelidiki status pekerjaan menurut tingkat keparahan penyakit mental. Para penulis menemukan bahwa, seperti yang diharapkan, "Tingkat pekerjaan menurun dengan meningkatnya keparahan penyakit mental."

Namun, 54,5% orang dengan kondisi parah dipekerjakan, dibandingkan dengan 75,9% orang tanpa penyakit mental, 68,8% orang dengan penyakit mental ringan dan 62,7% orang dengan penyakit mental sedang.

Ketika para peneliti melihat efek usia, mereka menemukan bahwa kesenjangan pekerjaan antara orang-orang dengan kondisi kesehatan mental dan mereka yang tidak melebar seiring bertambahnya usia.

Pada orang yang berusia 18-25 tahun, perbedaan dalam tingkat pekerjaan antara mereka dengan dan tanpa penyakit mental serius hanya 1%, tetapi pada kelompok 50-64, selisihnya adalah 21%.

Orang yang menderita gangguan kesehatan mental adalah 'lemah'

Gangguan kesehatan mental adalah penyakit, bukan tanda karakter yang buruk. Hal ini sama seperti penyakit diabetes atau psoriasis, yang bisa disembuhkan jika dilakukan pengobatan yang benar.

Hanya orang yang tak punya teman yang membutuhkan terapis

Ada perbedaan besar antara terapi bicara terstruktur dan berbicara dengan teman. Keduanya dapat membantu orang dengan penyakit mental dengan cara yang berbeda, tetapi terapis terlatih dapat menangani masalah secara konstruktif dan dengan cara yang bahkan tidak dapat ditandingi oleh teman terbaik.

Juga, tidak semua orang bisa terbuka sepenuhnya di depan orang terdekat dan tersayang mereka. Terapi bersifat rahasia, obyektif, dan sepenuhnya berfokus pada individu, yang umumnya tidak mungkin dilakukan dalam obrolan informal dengan teman yang tidak terlatih.

Ditambah lagi, beberapa orang tidak memiliki teman dekat. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, dan tidak ada alasan untuk meremehkan seseorang.

(Ahmad Luthfi)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement