BPSDM sendiri memiliki 2 (dua) tower untuk pasien Covid-19 dan beberapa bungalow yang digunakan untuk para petugas. Para Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dapat memanfaatkan BPSDM untuk isolasi mandiri secara gratis dengan fasilitas 1 kamar 1 pasien, obat-obatan, dicek kesehatan secara rutin, dapat konsultasi kesehatan jiwa, dan dipantau selama 24 jam, serta rekayasa lingkungan menggunakan ozon.
Pasien Covid-19 yang mau melakukan isolasi mandiri di sana rupanya tetap melalui rujukan dari RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat dan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan pembatasan penerimaan pasien di jam 07.00, 11.00, dan 17.00 WIB. Hal itu dilakukan agar tetap dapat terkoordinasi dengan baik.

Perlu diketahui, pasien yang dirawat di BPSDM merupakan pasien yang tidak bergejala, bergejala ringan, atau dari pemulihan yang berat. Dikatakan di sana, jika pasien mengalami perburukan maka petugas akan merujuk kembali ke RS tersebut. "Petugas di BPSDM dalam 1 (satu) shift kerja terdapat 5 (lima) perawat dan 2 (dua) dokter, serta petugas dari kesehatan lingkungan," papar Vini.
Selain itu, dalam mengantisipasi penularan Covid-19, Vini menegaskan, pihaknya secara disiplin menjalankan protokol kesehatan, salah satunya seperti melepas dan memakai APD dengan hati-hati. "Kami juga mengadakan pelatihan pengambilan swab di Labkesda dan pelatihan serta terus membaca informasi terupdate mengenai Covid-19," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.