Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cacing Pita di Otak, WHO Sebut Daging Babi Bisa Jadi Penyebab Infeksi

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2020 |09:43 WIB
Cacing Pita di Otak, WHO Sebut Daging Babi Bisa Jadi Penyebab Infeksi
Ilustrasi (Foto: Discover Magazine)
A
A
A

Sakit kepala yang tak kunjung mereda dialami oleh seorang perempuan di Australia. Meski sudah meminum obat, namun rasa sakitnya itu terus berlanjut. Ternyata apa yang dideritanya itu berasal dari cacing pita.

"Manusia terinfeksi setelah mengonsumsi makanan yang kurang matang, terutama daging babi, atau air yang terkontaminasi telur cacing pita, atau melalui praktik kebersihan yang buruk,” kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip dari laman Fox News.

Penyakit yang diderita perempuan itu merupakan parasit, di mana terjadi setelah seseorang secara tidak sengaja menelan telur Taenia solium atau cacing pita babi.

Menurut dokter dalam The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene mengatakan, padahal perempuan tersebut tidak pernah memiliki riwayat bepergian ke luar rumah.

"Kasus Australia yang dilaporkan terjadi kepada imigran atau penduduk yang kembali, yang telah melakukan perjalanan ke daerah endemik. Kasus autochthonous telah dicatat di wilayah nonendemik lainnya di dunia," terangnya.

"Termasuk laporan yang sering dirujuk dalam komunitas Yahudi ortodoks di New York City dan juga di negara-negara Timur Tengah, di mana konsumsi daging babi dilarang karena alasan agama," tambahnya.

Lebih lanjut, meskipun sumber infeksi yang jelas tidak ditemukan di sini, diperkirakan bahwa pasien secara tidak sengaja menelan telur T. solium yang dilepaskan dari pembawa cacing pita. Sehingga perempuan tersebut tertular.

 Sakit kepala yang tak kunjung mereda dialami oleh seorang perempuan di Australia.

Baca juga: Studi: Minum Kopi Sebelum Sarapan Itu Salah Besar

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement