Dia berharap, meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat masih bisa terus membangun dan melestarikan negeri ini. Serta mengembangkan produk-produk kerajinan berbasis sumber daya alam, tradisi dan warisan budaya yang sama-sama dibanggakan.
Endang juga mendorong, semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0. Salah satunya dengan mendukung sektor pendidikan non formal atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan di era sekarang.

Kurikulum ini dimaksudkan untuk membuka akses bagi masyarakat. Guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan atau wirausahawati, yang kompetitif dan produktif untuk mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi kekinian.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hasil dari kerajinan ini nantinya yang terpenting adalah produknya dibuat dengan kualitas yang tinggi dan layak dipasarkan baik dalam maupun luar negeri, bisa dipasarkan secara konvensional atau pemasaran-pemasaran di wilayah Likupang.
"Untuk kementerian perhubungan nanti bisa dibantu pemasarannya dilingkungan perhubungan, bisa juga melalui pemasaran online," pungkasnya