Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) membenarkan bahwa virus corona menyebar melalui udara dalam jarak kurang dari 2 meter. Ini memungkinkan virus penyebab Covid-19 menyebar semakin masif di masyarakat.
Dalam laporannya, CDC mengatakan bahwa virus corona bisa menyebar melalui partikel kecil yang dapat bertahan di udara dan menginfeksi orang yang terlalu berdekatan dengan pasien terinfeksi Covid-19.
Hal ini memengaruhi pernyataan peneliti sebelumnya bahwa dengan menjaga jarak saja sudah dinilai aman. Bahkan, CDC menyebut bila orang dengan Covid-19 bisa menginfeksi seseorang dengan jarak lebih dari 2 meter.
"Update CDC ini mengakui adanya beberapa laporan yang diterbitkan yang menujukkan keadaan terbatas dan tidak umum bahwa orang dengan Covid-19 mampu menginfeksi orang lain yang jaraknya bahkan lebih dari 2 meter atau tak lama setelah orang yang terinfeksi Covid-19 meninggalkan suatu tempat," terang CDC.

Pembaharauan ini pun mengikuti bukti ilmiah yang sudah sering dipublis peneliti. Ya, para peneliti sudah sering menyatakan bahwa virus SARS-CoV2 dapat menular melalui udara pada jarak yang lebih jauh dari sekadar 2 meter.
Baca Juga : Catat! Obat Remdesivir Hanya untuk Pasien Covid-19 Kondisi Darurat
Terkait dengan proses penyebaran virus dan menginfeksi seseorang, CDC menjelaskan bahwa partikel virus kecil bisa menyebar di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk. Para ilmuwan percaya bahwa dalam kasus-kasus ini, partikel virus di udara mampu menginfeksi orang lain meski dalam partikel yang kecil.