MESKI edukasi terus dilakukan tanpa bosan, masih banyak masyarakat yang meyakini beberapa pandangan keliru soal kanker payudara. Sebut saja anggapan tidak pakai bra lebih menyehatkan atau soal besi di bra yang memicu tumbuhnya sel kanker.
Pernyataan-pernyataan ini tentunya harus diluruskan agar tidak ada lagi pemahaman yang keliru. Nahasnya, pemahaman tersebut bahkan membahayakan untuk orang banyak, khususnya bagi pasien kanker payudara itu sendiri.
So, di artikel ini Dokter Onkologi Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, coba menjawab 5 mitos yang masih ada di masyarakat soal kanker payudara. Berikut ulasan lengkapnya:
Tidak pakai bra lebih aman
Menurut Prof Aru, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan bra meningkatkan risiko kanker payudara. "Jadi, tidak ada itu hubungannya pakai atau tidak pakai bra dengan risiko kanker payudara," katanya.

Besi di bra picu pertumbuhan sel kanker
Soal besi di bra, Prof Aru pun menegaskan bahwa itu pun tidak memberi pengaruh pada pertumbuhan sel kanker di payudara. Jadi, jawabannya mitos.
Tahi lalat di payudara jadi tanda kanker
Dikatakan Prof Aru, hal yang berkaitan dengan tahi lalat itu lebih tepatnya mengarah ke kanker kulit, bukan kanker payudara meski letak tahi lalatnya di payudara.
Nah, kalau situasinya tahi lalat tersebut membesar, Prof Aru menekankan itu bisa jadi gejala melanoma. "Kalau tahi lalatnya membesar dan pinggirannya meradang atau muncul kemerahan, itu bisa jadi tumor ganas. Harus dicek ke dokter, ya," katanya.