Nama Danar Hadi sendiri, diambil dari nama istri sang pemilik yaitu Danarsih. Hadi merupakan nama sang mertua Santoso.
"Jadi, karena Pak Santoso menghormati isteri dan mertuanya, maka tercetuslah nama Danar Hadi sebagai nama perusahaan batik," bebernya.
Museum Danar Hadi menampilkan 600 helai batik kuno yang disimpan di 11 ruangan. Mulai dari ruangan koleksi batik Belanda, Keraton, Indonesia, Cina, India, Soga Genes, hingga ruangan khusus seperti ruang pribadi Danar Hadi, Memorabilia, Adi Karya, dan Galeri Souvenir yang menjual batik produksi Danar Hadi.
Museum ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB. Namun pada Peringatan 17 Agustus dan Hari Raya Islam museum tutup.
Tiket masuk dijual Rp25 ribu untuk umum, Rp15 ribu untuk mahasiswa atau pelajar. Menarik bukan?
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.