Dia menambahkan, konsep wisata wellness atau minat khusus ini sebetulnya juga merupakan bagian dari promosi wisata. Semua negara di dunia bahkan dilaporkan telah mengeluarkan program yang sama.
Dewan Pariwisata Hong Kong beberapa waktu lalu memprediksi ada perubahan perilaku dan preferensi dari para wisatawan saat berlibur setelah pandemi Covid-19 berakhir. Disebutkan bahwa industri pariwisata akan menemukan formula baru yakni, menempatkan kondisi kesehatan publik di negara tujuan sebagai prioritas utama.
Selain itu, wisatawan memiliki standar tersendiri untuk tingkat kebersihan di hotel, area fasilitas umum, serta transportasi di negara tujuan mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa konsep wisata ke depannya tidak lagi mengedepankan kuantitas (jumlah kunjungan) tetapi lebih kepada kualitasnya. Sehingga tak heran bila wisata berbasis wellness atau minat khusus ini diprediksi akan booming pasca pandemi Covid-19.
"Negara lain itu sudah banyak melakukan program yang sama. Daripada terlambat, terus orang-orang malah berlibur ke negara lain, jadi memang lebih baik kita juga ikut mengembangkan. Ini namanya kejar-kejaran dengan market yang bukan umum," jelas Dede Yusuf.