PERISTIWA penjajahan menjadi sangat berarti sebelum akhirnya Indonesia dinyatakan merdeka. Ada banyak makanan yang dikonsumsi para pahlawan saat siaga bertempur di medan perang.
Pada waktu itu, belum ada makanan yang beraneka ragam dan memiliki rasa enak seperti sekarang. Para pahlawan akan mengonsumsi makanan yang direbus atau disajikan secara sederhana, karena saat itu peralatan memasak belum secanggih seperti sekarang.
Berikut telah Okezone rangkum dari berbagai sumber lima makanan tradisional yang dikonsumsi oleh para pahlawan.
Ubi dan singkong rebus

Jenis umbi-umbian ini sekarang sangat mudah ditemui. Memiliki tampilan yang sederhana, namun rasanya istimewa dan mengandung karbohidrat. Jika mengonsumsi satu buah saja dapat mengenyangkan perut.
Di masa penjajahan, nasi merupakan makanan yang mewah dan hanya kalangan tertentu saja yanng dapat mengonsumsinya. Oleh karena itu, para pahlawan kerap menyantapnya untuk sarapan dengan ubi dan singkong rebus.
Baca Juga: Musim Gugur dan Musim Dingin, Waktu Tepat Berlibur ke Jepang
Leughok
Makanan yang satu ini berasal dari Aceh dan dibawa sebagai bekal untuk para pahlawan karena kandungan gizinya yang baik. Karena terbuat dari remasan pisang masak dicampur beureune (sagu) kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus, makanan ini mampu menahan rasa lapar. Kuliner khas penjajahan dari Kota Serambi Mekkah ini memiliki bentuk yang padat, rasanya sedikit asin dengan aroma khasnya, dan disajikan dengan kelapa parut.
Nasi Tiwul
Berbahan dasar singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk dan saat dikonsumsi memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Sajian khas Jawa ini menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia karena pada saat itu, pemerintahan Jepang tidak menyukai olahan ini. Karena berbahan dasar singkong yang mengandung karbohidrat dapat dijadikan pengganti nasi.