Ada anggapan di masyarakat yaitu perempuan membeli barang pertimbangan utamanya adalah harga. Beda dengan pria yang katanya tak pernah mempermasalahkan harga, karena asal sudah pas di hati, pasti dibeli.
Pernyataan tersebut ternyata keliru. Sebab, menurut penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), antara laki-laki dan perempuan, ternyata faktanya sama-sama mempertimbangkan harga sebelum membeli barang, dalam hal ini membeli pangan dalam kemasan.

"Mau laki-laki atau perempuan, sebelum membeli pangan olahan, pertimbangan pertamanya adalah harga," kata Dr Rimbawan, Akademisi Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, dalam Webinar Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo #PilihanLebihSehat , Rabu (30/9/2020).
Ia melanjutkan, tapi pada indikator penentu pembelian selanjutnya, laki-laki dan perempuan punya perbedaan pilihan. Laki-laki mempertimbangkan kehalalan produk, sedangkan perempuan menyoal kapan kadaluwarsa produk tersebut.
"Ya, perempuan menentukan untuk membeli produk olahan berdasar tanggal kadaluwarsa dan informasi nilai gizi. Wajar, karena perempuan bertanggung jawab pada pangan anggota keluarga," katanya.
Begitu juga dengan laki-laki, indikator kehalalan suatu produk olahan menjadi poin penting kedua setelah harga. Ini pun berkaitan dengan tanggung jawab pria di keluarga, yaitu memastikan kehalalan dan ketoyiban dari pangan keluarganya.