ZAMAN dahulu lembah Bengawan Solo menjadi tempat tinggal manusia purba Pulau Jawa. Bahkan di lokasi tersebut pula menjadi makam manusia purba.
Pada awal tahun 1930-an, para antropolog dari Belanda menemukan lapisan tulang raksasa yang tersembunyi di sekitar lembah Sungai Bengawan Solo, menurut laporan Business Insider. Ada lebih dari 25.000 spesimen fosil terkubur di lumpur sungai di daerah yang disebut Ngandong.
Termasuk ditemukannya 12 tutup tengkorak dan dua tulang kaki dari nenek moyang manusia yang sangat menarik, yaitu Homo erectus. Itu adalah nenek moyang langsung manusia modern dan spesies pertama yang berjalan tegak.
Bahkan mereka bertahan lebih dari 300.000 tahun lebih lama, dari yang diperkirakan sebelumnya menurut klaim para ilmuwan. Mereka diperkirakan hidup sekira 110.000 tahun yang lalu.
Baca Juga: Coban Pandawa, Pesona 5 Air Terjun Saling Berdekatan

Kelompok peneliti internasional yang dipimpin oleh University of Iowa, juga telah mempelajari suatu daerah di sekitar Desa Ngangdong. Dalam penelitian ini, ada juga bantuan staf dari Institut Teknologi Bandung.
"Ngandong merupakan nama sebuah Dusun di tepi sungai Bengawan Solo, tepatnya di Kecamatan Kradenan. Letaknya jauh di pedalaman di tengah-tengah hutan jati ini, menjadi dikenal para ilmuwan berkat penemuan fosil-fosil manusia purba," tulis situs resmi Kabupaten Blora.
Tim peneliti menghabiskan 16 tahun untuk meneliti dan mempelajari situs tersebut dengan teknik modern yang lebih lengkap. Mereka juga dibantu oleh salah satu ahli geologi dari Belanda, yang menyediakan peta dan jurnal yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Mereka menuju ke lokasi Bone Bed atau tempat tulang-tulang aslinya ditemukan.