Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kawasan Konservasi Jadi Destinasi Wisata Paling Menjanjikan di Tengah Covid-19

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 22 September 2020 |19:32 WIB
Kawasan Konservasi Jadi Destinasi Wisata Paling Menjanjikan di Tengah Covid-19
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 tidak hanya mengakibatkan krisis di bidang kesehatan saja. Pariwisata dan konservasi juga ikut terdampak, sehingga perlu segera dipulihkan agar kembali normal.

Berdasarkan data dan proyeksi Direktorat PJLHK (2020), nilai ekonomi sektor pariwisata alam di suaka margasatwa, taman nasional, dan taman wisata alam yang hilang akibat pandemi Covid-19. Selama 2020 pendapatan hilang mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp1,9 triliun.

Maka dari itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini tengah mendorong reaktivasi kawasan konservasi untuk mendukung kegiatan pariwisata berkonsep quality tourism dan nature. Artinya, di masa pandemi Covid-19, aktivitas wisata yang akan ditonjolkan justru mengedepankan inovasi yang berkualitas guna mendapatkan manfaat dari aspek kemanusiaan dan kelestarian alamnya.

Baca Juga: Liburan ke Manado, Jangan Lupa Cicipi 5 Kuliner Lezat Ini 

taman

"Dalam hal ini, hidup berdampingan dengan alam (living with nature) merupakan salah satu cara pemulihan yang potensial dilakukan. Kawasan konservasi dengan pariwisata alamnya menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia untuk dapat pulih pasca Covid-19 dalam tatanan baru (new normal)," tulis Direktorat PJLHK, seperti dikutip Okezone dari situs resmi KLHK, Selasa (22/9/2020).

Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Matthew Silvertone. Dalam bukunya yang berjudul Blinded by Science 2014, disebutkan bahwa berwisata dengan mengaktifkan interaksi panca indera dengan elemen alam, terbukti mampu meningkatkan kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan spiritual, memberikan energi dan ketenangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement