Jati denok ini memiliki cerita legenda yang unik. Dari litelatur perhutani, pohon jati denok terkait dengan sejarah di kedung putri di mana pohon jati tersebut konon diinjak Jonggrang Prayungan, sebagai tempat peristirahatan seorang bangsawan kerajaan, ketika dia ingin melihat kecantikan Putri Citro Wati dari negoro Purwo Carito atau putri gumeng.
"Karena kesaktian yang dimiliki Jonggrang Prayungan, pohon jati yang diinjaknya tidak kuat menahan beban, dan akhirnya bagian bawah pohon tersebut tertekan dan membesar sehingga disebut jati denok," ucapnya seperti dilansir dari iNews.
Kini seiring dengan berjalannya waktu, jati denok menjadi monumen jati yang tetap berdiri kokoh. Pohon ini termasuk yang dikeramatkan warga sekitar untuk upacara adat desa.
Baca juga: 7 Destinasi Wisata Ramah Vegan Terpopuler di Asia Tenggara, Nomor 2 Ada di Indonesia