Bagaimanapun, ketika turis di Bali Utara meningkat signifikan, nama Lovina digunakan kembali karena lebih mudah wisatawan untuk mengingatnya dan disukai oleh pemandu wisata.
Sejarah Lovina tidak bisa dipisahkan dari Anak Agung Panji Tisna yang telah melakukan perjalanan ke seluruh Asia dan Eropa. Dia menjadi tertarik dengan cara hidup masyarakat Bombay, India dan membuatnya meniru hal tersebut di Buleleng.
Setelah kembali dari luar negeri pada tahun 1953, Anak Agung Panji Tisna segera menerapkan idenya dan mendirikan sebuah penginapan bernama Lovina diatas sebidang tanah miliknya.
Fasilitas ini menampilkan pondok tiga kamar dengan restoran di tepi pantai. Seiring berjalannya waktu, Lovina berkembang dari sebuah pondok sederhana menjadi tujuan wisata yang luas.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.