Bahkan setelah keputusan pembebasan pada Mei atas kasus Kaavan, gajah tersebut dinilai secara fisik dan medis mampu melakukan perjalanan ke rumah barunya di Asia Tenggara. Menurut Juru Bicara Organisasi Kesejahteraan Hewan Four Paws, Martin Bauer, gajah tersebut mengalami trauma.
Kaavan sangat trauma dengan cobaan beratnya. Ia juga menderita secara psikologis. Ia kehilangan pasangan yang dicintainya.
"Setelah pemeriksaan, yang memastikan bahwa Kaavan cukup kuat, langkah-langkah sekarang akan diambil dalah melakukan relokasi Kaavan ke tempat perlindungan hewan yang lebih baik di Kamboja. Selama ini Kaavan sering menggelengkan kepala selama berjam-jam. Ini menunjukkan bahwa dia merasa bosan,” lanjutnya.
Sekadar informasi, gajah Asia yang ditangkap memiliki harapan hidup sekira 40 tahun yang artinya jauh lebih singkat daripada gajah liar. Banyak pendukung Kaavan di seluruh dunia berharap bahwa langkah ini akan memungkinkan Kaavan menjalani sisa hidupnya dengan damai dan lebih bahagia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.