DI TENGAH pandemi Covid-19 banyak orang mendadak kehilangan pekerjaan. Salah satu yang terkena dampak ialah karyawan hotel. Namun demikian, kehilangan pekerjaan di tengah pandemi tak begitu berpengaruh oleh Geri.
Ya, seorang juru masak hotel berbintang itu tak kehabisan akal untuk bisa menghasilkan pundi-pundi uangnya.
Ia berinisiatif membuka warung makan di Jalan Tukad Pakerisan Nomor 79 Denpasar, Bali. Uniknya, ia menawarkan makanan dengan tarif hanya Rp10.000 dan es teh Rp3.000 dan bisa mengambil sepuasnya lho.
Kegiatan sosial ini dilakukan setelah melihat banyak rekannya yang harus dirumahkan atau di-PHK hingga kesulitan mencukupi untuk makan sehari-hari.
Asal tahu saja, Geri merupakan juru masak hotel di Gili Terawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat pandemi Covid-19, dia dirumahkan sejak Desember 2019, karena sudah tak ada wisatawan yang datang. Hotel tempatnya bekerja menyasar pasar Italia.
Baca juga: Yuk, Nikmati Soto Ayam Kampung 'Hot Mom' di Magelang
Demi menyambung hidup, ia beserta rekannya membuka warung sederhana yang menyediakan kuliner khas Sunda, seperti seblak dan mi kocok. Hingga akhirnya di bulan Agustus lalu, Geri dan tiga rekannya mendapat donatur untuk membuat warung makan sosial.
“Di warung ini semuanya self service. Konsumen silakan mengambil sendiri dan bisa nambah sepuasnya, syaratnya tidak boleh malu-malu dan jaim,” kata dia, menukil laman iNews.id.
Warung yang diberi nama Dapoer Si Jagoer ini buka mulai pukul 12.00 sampai 16.00 Wita, sementara malamnya pukul 18.00 sampai 22.00 Wita. Mereka secara bergantian memasak lauk pauknya.
“Untuk menu lauk siang kita ada 8 sampai 9 jenis yang semuanya masakan rumahan. Sementara untuk malam harinya ada sekitar 13-14 jenis lauk yang kita disiapkan dan selalu berganti setiap harinya,” tutur Geri.