DI era dunia digital, generasi muda harus bisa menghindar dari dampak negatif globalisasi. Meski semua sudah mengandalkan teknologi, tetapi anak juga harus mendapat pendidikan karakter agar anak menjadi pribadi yang baik.
Dengan begitu, anak tetap bisa merepresentasikan nilai-nilai moral dalam diri, saat berkontribusi bagi lingkungannya. Orangtua juga perlu berpikir untuk memilih sekolah berkualitas, terutama selama pandemi Covid-19.

Dikatakan Kepala Sekolah Kristen IPEKA Balikpapan II Alfian Samudra, di era globalisasi, ruang informasi menjadi terbuka tanpa adanya batasan. Untuk itu, perlu adanya filter dan fondasi yang kuat untuk anak dalam menghadapi tantangan dunia digital.
"Anak perlu diajarkan disiplin, integritas, pembelajar seumur hidup, dan saling menghargai," terang Alfian lewat keterangan resminya.
Bahkan, menurutnya, sekolah berkualitas berperan penting di era sekarang. Gunanya sebagai sarana mempersiapkan generasi muda agar punya karakter orang Indonesia dengan budaya ketimuran.
Karena itu, guru perlu mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai moral, bisa lewat aktivitas pembelajaran dalam kelas ataupun di luar sekolah. Seperti mengadakan proyek sosial yang langsung berdampak dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Anak juga harus diajarkan untuk memiliki empati serta menghargai keberagaman", ujar Alfian.
Di sisi lain, anak juga harus bisa berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, kreatif, mampu berbicara dengan baik, serta berdiskusi dengan siapa saja. Peran guru serta orangtua menjadi hal penting agar anak tidak merasa kesulitan dalam memecahkan berbagai masalah.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.