Selain itu ada dua pondok yang dibangun pemerintah di situlah Slamet bersama istrinya berjualan minuman dan makanan ringan. Masih di puncak yang sama ada juga yang jualan yang sama dan itu anak dari Slamet sendiri. “Sejak saya pensiun, di sini buka warung kecil ini pada pukul 07.00 WIB tutup pukul 18.00 WIB, mau ramai atau tidak kita tetap tutup pada jam itu,” terangnya.
Di puncak Gunung Padang itu juga dipenuhi pohon waru yang ditanami sebagai tempat berlindung, dibawah pohon waru banyak tempat duduk bersantai yang telah dibangun pemerintah. Sambil mencicipi kopi hitam buatan Slamet sambil bercerita dan menikmati pemandangan Kota Padang. Bagian Utara bukit itu akan tampak pantai dan Kota Padang mulai dari sungai Batang Arau sampai dititik yang tidak bisa dipandangi mata.

Kemudian bagian selatan akan terlihat Pantai Air Manis, dan kapal-kapal yang akan merapat ke Pelabuhan Teluk Bayur, serta bukit-bukit dan dua pulau, Pulau Pisang Kecil dan Pisang Besar serta perbukitan. Kemudian bagian timur akan terlihat Bukit Gado-gado serta rumah-rumah warga dan jalan menuju ke Pantai Air Manis.
Gunung Padang sering dijadikan sebagai tempat rekreasi dan olahraga pada saat datang musim libur.
“Dulu bukit ini penuh dengan pohon cengkeh, sejak anjlok harga cengkeh di tahun 1980-an ini seluruh batang cengkeh di sini ditebang diganti dengan pohon kelapa tapi itu tidak dirawat,” tutup Slamet.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.