Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih jadi penyakit paling menular. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis itu benar-benar tidak mengenal usia atau jenis kelamin, siapa saja berisiko.
Karena bisa menginfeksi siapapun, anak-anak pun mesti diwaspadai. Kasus TBC pada anak-anak pun ada dan hal ini perlu diperhatikan oleh setiap orangtua agar buah hatinya tidak terinfeksi penyakit yang satu ini.
Bicara mengenai sumber utama penyebab anak-anak terinfeksi TBC, apakah memang kebanyakan kasus menjelaskan kalau orang dewasalah yang membuat anak-anak rentan terinfeksi TBC?
Baca Juga : Mulan Jameela Cuma Pakai Gamis di Sidang Tahunan MPR/DPR 2020, Enggak Seheboh KD!
Menjawab hal tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Wiendra Waworuntu, M.Kes, membenarkan bahwa kebanyakan kasus TBC anak disebabkan oleh transfer bakteri dari orang dewasa.

"Sumber penularan pada kasus TBC anak kebanyakan karena tertular dari orang dewasa yang telah terinfeksi TBC sebelumnya," terangnya dalam virtual konferensi pers kampanye Ayo TOSS TBC yang diinisiasi Kemenkes dan PT Johnson and Johnson Indonesia, belum lama ini.
Nah, bicara mengenai gejala, apakah ada kekhasan gejala TBC pada anak? Dikatakan Wiendra, tidak ada. Anak-anak yang terinfeksi TBC biasanya akan diawali oleh tubuh demam, tak sembuh meski dia sudah diberikan antibiotik.