Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasien TBC Jangan Buang Dahak Sembarangan, Ini Akibatnya!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2020 |18:15 WIB
Pasien TBC Jangan Buang Dahak Sembarangan, Ini Akibatnya!
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PASIEN TBC kebanyakan mengalami kondisi batuk berdahak. Ketika batuk, dahak akan keluar dan biasanya si pasien akan mengumpulkan dahaknya di tempat sampah atau wadah, yang disediakan di samping tempat tidurnya.

Menjadi hal penting di sini yang harus diketahui pasien TBC atau keluarga adalah ternyata dahak tidak boleh asal dibuang begitu saja. Meski Anda merasa menempatkan dahak di tisu sudah cukup, rupanya cara itu belum cukup baik dilakukan.

Diterangkan Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia Budi Hermawan, dahak pasien TBC itu berpotensi menyebarkan bakteri penyebab TBC itu sendiri. Karena itu, perlu diperhatikan sekali proses pembuangannya.

Baca Juga: 4 Gaya Manja Celine Evangelista Ngasuh Anak, Buat Papa Muda Makin Pusing

tbc

Saran yang bisa diberikan kepada para pasien TBC atau keluarganya ialah pastikan tempat pembuangan dahak itu bersih dan diberi karbol sebelumnya. Ya, bukan sekadar plastik, tetapi harus ada karbolnya.

"Itu penting, karena memastikan kuman yang ada di dalam dahak sudah mati terlebih dulu sebelum dibuang ke tempat pembuangan umum," terang Budi saat virtual konfrensi pers kampanye sosialisasi Ayo TOSS TBC yang diinisiasi PT Johnson and Johnson Indonesia dan juga Kementerian Kesehatan RI, Kamis (13/8/2020).

Budi menegaskan, karbol cukup efektif dalam membunuh kuman yang ada di dalam dahak pasien TBC. Hal itu pun sudah sesuai rekomendasi dokter yang merawatnya kala itu.

Penempatan wadah pembuangan dahak di dekat tempat tidur pasien menjadi penting juga karena itu meminimalisir pasien bolak-balik ke kamar mandi. Bahkan, dengan menempatkan dahak di satu wadah, memungkinkan tidak terjadinya pembuangan dahak secara sembarangan.

"Masyarakat perlu tahu, ketika dahak itu dibuang di depan rumah secara sembarangan misalnya. Itu dahak bisa terpapar matahari dan menjadi debu dan kalau sudah jadi debu, bisa terhirup anggota keluarga lainnya. Ini sangat bahaya," tambahnya.

Budi menambahkan, karena itu diperlukan sekali dukungan anggota keluarga agar pasien TBC tidak didiskriminasi juga di dalam rumah. Perlakukan mereka dengan baik dan yang terpenting jangan takut selama etika batuk dijaga, pakai masker, dan rutin mengonsumsi obat dari dokter.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement