Baca Juga : Intip Liburan Nia Ramadhani Basah-basahan di Kolam Renang, Bikin Gagal Fokus!
Kebiasaan menggunakan vaping dan merokok selalu tidak sehat dan dapat menyebabkan banyak penyakit pernapasan seperti paru-paru. Pada Februari 2020, ada laporan oleh para ahli medis yang menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi menderita Covid-19.
“Lihat, ini adalah pandemi. Inilah saatnya bagi Anda untuk berhenti dan tidak mulai vaping,” terang penulis senior penelitian tersebut, Bonnie Halpern-Felsher.
Meskipun penelitian tidak mengungkapkan alasan pasti tentang bagaimana vaping dapat meningkatkan kemungkinan generasi muda sakit, tapi kemungkinan karena cara vaping memengaruhi paru-paru serta sistem kekebalan tubuh manusia.
Para vapers atau perokok juga dapat terpapar Covid-19 karena alasan lain, contohnya karena berbagi perangkat vaping mereka. Jadi mungkin sekarang saatnya untuk mempertimbangkan kembali kebiasaan Anda, terutama pada saat menghadapi pandemi Covid-19.
(Helmi Ade Saputra)