"Kemudian, terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semuala konsekuensi hukum yang ada. Terima kasih perhatianya teman-teman yang mau mendengarkan," pungkasnya.
Swinger sendiri merupakan julukan untuk pelaku 'swinging'. Dalam laman Guardian dijelaskan bahwa Swinger disematkan pada pasangan atau lajang yang memiliki hubungan terbuka (open relationship), membebaskan pasangannya melakukan hubungan seksual dengan orang lain.
Para swinger diketahui memiliki kepuasan tersendiri ketika melihat atau melakukan aktivitas seksual bersama pasangan lain.
Terlepas dari itu, Okezone coba mewawancarai Dokter Spesialis Kejiwaan Primaya Hospital Bekasi Barat dr Alvina, SpKJ, untuk menanyakan terkait hal ini lebih lanjut.
Mengenai apakah tindakan 'swinging' tergolong dalam masalah kejiwaan, dr Alvina menerangkan, perilaku seks bertukar pasangan tidak ada dalam diagnosis gangguan jiwa.