Selain itu meningkatkan akses konseling terampil untuk menyusui dapat memperpanjang durasi menyusui dan mempromosikan pemberian ASI eksklusif. Kondisi ini akan memberikan manfaat untuk bayi, keluarga dan ekonomi.
Analisis menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pemberian ASI eksklusif dapat menyelamatkan nyawa 820.000 anak setiap tahun. Selain itu pemberian ASI eksklusif juga dapat menghasilkan pendapatan tambahan sebesar USD302 miliar atau Rp4,4 kuadriliun.

Konseling menyusui yang terampil dapat diberikan oleh profesi yang berbeda termasuk profesional perawatan kesehatan, konselor laktasi dan penyedia bantuan lainnya di fasilitas kesehatan atau klinik.
Konseling bisa juga dilakukan melalui kunjungan rumah atau program komunitas, secara langsung atau jarak jauh. Selama pandemi virus corona Covid-19, lebih penting untuk menemukan solusi inovatif untuk memastikan akses menuju layanan-layanan penting.
Tujuannya agar tidak terganggu dan keluarga bisa terus menerima konseling menyusui sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
(Helmi Ade Saputra)